Senin, 11 November 2013

Bagian 1 "Mengelola Diri Sendiri" - Politik Kantor

Bagian 1 "Mengelola Diri Sendiri" - Politik Kantor

“Untuk menjadi seorang manajer di organisasimu maupun organisasi kami, hanya ada satu sikap yang penting : Dalam setiap hal, carilah kesempatan utama untuk dirimu sendiri, dan jika itu bearti harus menggorok leher orang lain, persis itulah yang harus kamu lakukan”.
Apapun kegiatan yang kamu lakukan setiap hari hanya didasari oleh tujuan itu sendiri, ketika kamu berbicara politik maka tidak ada namanya hal yang benar atau salah, tidak lebih bagaimana kamu mencapai suatu tujuan yang kamu tuju. Politik itu ada karena kamu mempunyai tujuan, politik itu hanya sebuah proses atau pola pikir seseorang yang tentunya hanya suatu hasil yang dicari dari hal tersebut.

All right, sekarang kita bicara perpolitikan kantor. Politik kantor itu rahasia dan kotor, dan itu tak pernah berakhir. Dalam bisnismu, perpolitikan mungkin berawal di seputar kamar kecil atau kantin sebelah kantor, kebanyakan tempat orang banyak berkumpul, tetapi bentangan waktunya jauh lebih pendek daripada di tempat kami, tetapi hasilnya bisa sama – sama runyam”.
Perlu kamu ingat bahwa di setiap organisasi atau perusahaan akan selalu adanya politik. Politik itu ada yang bertujuan menjatuhkan orang atau menaikan orang. Intinya politik itu bisa muncul dengan banyak sebab, bisa karena kekecewaan, kejenuhan, ketidakpuasan dll. Dan biasanya tempat berkumpul lah bibit bibit itu muncul, dimana orang bertemu dan tidak sengaja mereka satu visi. Sering – sering lah kamu untuk bergabung dalam tempat seperti itu untuk mencari info dan perkembangan politik.

“Mengenai taktik, ada satu petunjuk umum, dan itu harus kamu camkan dan siagakan setiap kali kamu sudah berhasil dan kemudian menilainya dari tempat yang lebih tinggi (dan mengusahakan agar itu pun bisa kamu manfaatkan) : untuk bertahan hidup, bersabarlah, pasang mata, pasang telinga, dan jangan banyak omong. Untuk menang, bersabarlah, bertahan hidup, mengatur rencana dan menyerang dengan cepat. Kamu harus bisa mengoreksi atau meredam setiap gosip atau sindiran yang diarahkan kepadamu”.
Bagi kamu yang hanya ingin suatu pekerjaan saja, ikutilah arus perpolitikan di kantormu, kamu hanya perlu tau siapa siapa yang berpolitik dan tujuannya. Dan tugas mu hanya memantau tanpa kamu harus ikut dalam perpolitikan tersebut. Bagi kamu yang mempunyai Ambisi besar saatnya kamu mengetahui perkembangan arus perpolitikan dan dampaknya, buat list lalu atur rencana kapan kamu harus memihak atau kapan kamu harus naik. Kalahkan musuhmu hingga dia tidak bisa bangun lagi. Dan tentunya selalu jaga “kelemahan –kelemahan” kamu agar tidak adanya pukulan telak dari musuhmu.

“Mungkin pertama – tama kamu merasa berpartisipasi dalam perpolitikan kantor dari sudut pandang survival (dalam sudut pandang bertahan hidup) adalah hal yang sudah kelewatan. Jangan NAIF. Setidaknya selalu ada satu orang teman kantor yang menincar dan hendak menjegal kamu dan selalu begitu apapun juga anggapanmu, dan kamu harus tahu tentang dia agar bisa mempertahankan diri sendiri. Amatilah dia dari balik semak – semak, bersiagalah, bersiaplah mengerjai dia sebagai mana dia mengerjai kamu, dan lakukan itu sebelum dia bergerak”.
ANTISIPASI, mungkin ini hal yang tepat untuk menggabarkan situasi ini, jangan pernah remehkan kekuatan politik. Apapun itu bisa membuat kamu jatuh. Hal yang manusiawi jika seseorang ingin mendapatkan lebih atau rasa tidak puas. Yang kamu harus lakukan adalah cari info yang berkembang dijajaran kamu, diatas dan dibawah. Dan lakukan selangkah atau 3 langkah lebih maju dari orang yang ingin menjatuhkan kamu atau menggeser jabatan kamu.

“Tetapi sementara ini, jadilah teman bagi setiap pria, wanita, dan pengantar surat di setoap klik kantor yang ada, tapi jangan bergabung dengan siapa pun. Jangan menjalin persahabatan jangka panjang dan erat dengan sembarang kolega, tapi ramahlah pada semua orang. Jangan berpakaian kelewat beda dari rekan – rekan pekerja, jangan bertingkah aneh – aneh, sekalipun hanya kadang – kadang, dan jangan membual tentang kehidupan pribadimu yang liar dan gila – gilaan selepas jam kerja. Dengan kata lain, jangan menonjolkan diri, ikutilah arus”.
LOW PROFILE, ini sifat yang jarang dimiliki oleh seseorang yang sudah mempunyai jabatan tinggi atau kaya. Sifat yang ramah yang harus ditekan kan dalam berpolitik sifat ini akan mendatangkan info – info yang ingin kamu dapat, jangan kamu terlalu dekat dengan satu orang, karena politik itu seperti angin terkadang dia berhembus ke barat dengan hitungan detik dia bisa berhembus ke timur. Jangan terlalu berpenampilan beda dengan rekan kerjamu atau cerita kekayaanmu, karena hal tersebut bisa menjadikan kecemburuan dari rekan kerjamu dan menciptakan politik untuk menjatuhkan kamu.

“Dan jangan sampai terlibat dalam pertempuran politik kantor tanpa terlebih dulu menanyai dirimu sendiri, “apa untungku dengan ini?” dan “apa untung mereka disini?” serta mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kedua pertanyaan ini harus kamu jadikan provo dell’acido-yaitu batu ujian penentu sehubungan dengan setiap keterlibatan.dalam segala hal apa pun”.
Terkadang kita sebagai manusia selalu terjebak dalam situasi “konflik pepesan kosong” saya mengibaratkan seperti itu, terkadang kita mendalami suatu masalah tetapi hasilnya terkadang tidak menguntungkan diri sendiri atau hanya kepuaasan batin semata. Jika kamu menemui suatu konflik yang pertama kamu harus tanya adalah jika saya ikut campur dalam suatu masalah atau konflik nanti apa yang akan saya dapatkan? Sebandingkah? Dan kamu analisa juga tujuan – tujuan orang yang sedang berkonflik apakah berdampak kepada saya?

Selasa, 05 November 2013

Bagian 1 "Mengelola Diri Sendiri" – Para Capo



Bagian 1 "Mengelola Diri Sendiri" – Para Capo

“Setiap orang yang masih hijau dalam karirnya membutuhkan sponsor seorang Capo, artinya sebelum kamu memegang komando, kamu harus belajar patuh. Jika sang Capo membentak, kamu membungkuk mengikuti kesiur anginnya atau patah. Jika sang Capo murka, kamu berdiri tegak dan mengucurkan keringat. Jika sang Capo tertawa, kamu senyum (setidak – tidaknya).”
Capo artinya adalah mentor / atasan / guru. Setinggi tingginya ilmu, sebanyak – banyaknya pengalaman, sifat patuh dan menghormati atasan, berprilaku seperti bawahan jika kamu memang dalam posisi bawahan karena sikap tersebut yang akan membuatmu bertahan dalam suatu perusahaan. Dan jangan lah sekali –kali menggunakan bawahan yang belum pernah belajar patuh walaupun berkompetennya dia

“Jika bertemu dengan sang capo, bicaralah hanya jika kamu diajak bicara,dan itu pun sesuai dengan sudut pandangnya; kalau tidak, berdiri tegak dan tutup mulut. Jika diminta informasi tambahan mengenai sesuatu masalah, sodorkanlah jika kamu memang memilikinya, tapi hanya jika diminta atau informasi yang sangat vital. Dengan kata lain, pada dasarnya kamu adalah abdi bagi seorang atasan atau semacamnya selama kamu masih menjadi bawahan”.
Jika kamu ingin menjadi bawahan yang baik, kamu harus mengikuti apa arahan yang diberikan atasan kamu dengan baik, jangan pernah melenceng atau mengabaikan perintah atau arahan yang diberikan oleh atasan walaupun atasan lebih mempedulikan hasil dari kerja kamu, tetapi dia akan menghargaimu jika kamu menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan arahannya.

“Ada pepatah Italia yang mengatakan Tratta conquello che sono miglio di te efagli, yang artinya bergaulah dengan orang – orang di atasmu, dan lunasilah semua ongkosnya. .... ia penting bagi masa depanmu, dan kamu harus menunjukan kepadanya bahwa kamu memahami dan menghargai hal itu. Kamu harus menunjukan sikap hormat padanya”.
Bergaulah dengan orang – orang yang bisa menunjang atas kenaikan karir dari pekerjaanmu, berikan apa yang mereka mau, kerjakan dan selesaikan karena mereka adalah kunci dari pintu masa depan karirmu.

“Belakangan dalam karirmu, jika kebetulan saja mentor dari masa hijaumu di lingkaran itu menghalangi kemajuanmu, apa yang harus kamu lakukan? Singkirkan dia, tentu saja. Toh dia sudah mendapatkan karirnya, kan? Para mentor memiliki otoritas dan kekuasaan (yang kamu juga incar). Tidak penting bagaimana mereka mendapatkan semua itu, atau apakah mereka pantas mendapatkanya semua itu. Yang penting adalah bahwa mereka sudah mendapatkannya. Mereka adalah orang – orang yang memiliki tamparan menyengat, dan mereka akan menggunakan tamparan itu demi kamu jika kamu mengerjakan tugas kotor mereka.”
Jangan pernah ragu untuk menyingkirkan hal – hal yang bisa menghambat jenjang karirmu walaupun itu adalah atasan kamu, singkirkan atasanmu dengan prestasi yang sangat besar untuk perusahaan hingga Big Bos memperhatikan kamu dan memberikan promosi untuk kamu, jangan pernah ragu atas kemampuan yang kamu miliki jika kamu memang berkompeten dalam jabatan berikutnya.

“Jika Capo di atasmu adalah seorang Buffone jangan menonjol – nonjolkan dia. Itu akan ia lakukan sendiri. Sejauh menyangkut kepentinganmu, dia tidak selalu benar, tetapi yang penting sekarang ini dia adalah capomu. Tetapi jangan bermain cinta dengannya, dengan orang- orangnya, kenalan – kenalannya, atau perusahaan dan lembaga – lembaga yang ada dibawah perlindungannya. Cari tahu siapa adalah siapa, dan apa adalah apa. Simpan informasi ini untuk kamu gunakan sendiri di masa depan. Dan yang terpenting, jangan sekali – kali mengambil daging dari tempat kamu mengambil roti”.
Pengertian Buffone ini ialah seorang yang tangguh dan mempunyai peranan penting dalam organisasi. Sang Buffone ini adalah guru bagi kamu, ketahui bagaimana cara dia bekerja, cari tahu orang yang penting bagi dia dalam menyelesaikan pekerjaannya, cari tahu jaringan yang dia punya dan bekerja dengan siapa saja dia karena hal seperti ini nanti akan berguna bagi kamu kedepannya jika kamu menjadi pemimpin kelak, tetapi perlu di ingat jangan kamu khianati dia atau kamu menusuk dia dari belakang, karena dia bisa dapet menghancurkan kamu seketika.

“Jika atasanmu perkasa, ikuti petunjuknya,dukunglah dia, biarkan dia melindungimu, mendukungmu, membiayai kamu, menggendongmu sambil menapak ke jenjang atas, dan sekali lagi jangan mengusik wanita – wanitanya, istri, gundik, anak perempuan, keponakan, babu, pelacur, sekretaris ataupun yang menjadi miliknya. Tapi jika kamu cukup beruntung bisa mengawini anak perempuan seorangcapo atau kerabat dekatnya  tentu saja setelah mendapatkan jauh sebelum itu izin darinya (andaikata kamu bisa kawin dengan apa yang disebut Puteri Mafia, itu adalah karunia Tuhan bagi manusia pilihan; orang lain tidak akan pernah bisa)”.
Jangan pernah sekali kali kamu ikut campur urusan pribadi atasan kamu walaupun kamu mengetahuinya, bekerjalah secara profesional sebagaimana kamu porsinya. Walaupun kamu sudah mempunyai ikatan emosional dengan atasanmu karena jika kamu salah bersikap kamu akan meruntuhkan ikatan tersebut. Dan beruntung sekali jika kamu bisa menjadi saudara angkat dari atasanmu yang dimana akan menunjang karir kamu juga.

“Pastikan agar kamu paham benar apa yang telah diperintakan bos sebelum kamu bertindak melaksanakannya. Bagaimana jika kamu keliru membunuh orang, atau keliru mendepak pegawai kecil di kantor cabang Kota Kansas? Pelajarilah seni mengajukan pertanyaan. Ini mudah bagi beberapa orang tetapi sulit agi yang lain. Tetapi ini selalu bagian terpenting”.
Terkadang Hal – hal kecil bisa sangat penting. Kekurangan paham seseorang dalam menyaring arahan dari atasan bisa menjadi sangat fatal dalam penyelesaian tugas. Jangan pernah malu untuk bertanya kembali atas arahan yang diberikan atasanmu jika kamu tidak paham, tetapi bertanya secara seni, artinya kamu bertanya dengan nada menegaskan bahwa kamu memastikan arahan agar tidak jadi kesalahan dan jangan bertanya seakan – akan kamu tidak mengerti atau bodoh.

“Juga, jangan sekali – kali menulis apa pun juga yang bisa menjebloskan kamu ke penjara : nama – nama, alamat – alamat, jumlah uang yang terhutang, perjanjian rahasia. Dokumen – dokumen seperti itu sering kali disuguhkan sebagai bukti utama di pengadilan orang – orang sial, dan kamu tidak akan senang menjadi orang semacam itu. Dan ingat, semua Capo persis seperti kamu dulu harusmulai dari bawah, dan semuanya sekarang berdiri di atas bahu para raksasa. Juga di atas tulang belulang para raksasa. Jika kamu mendaki piramida itu, kamu mendaki bukit tulang. Tetapi dia yang memetik buahnya memang harus mendaki. Ya kan?”.
Hal terpenting jika kamu melaksanakan tugas kotor dari atasan kamu, atau kamu bagian yang terpenting dalam organisasi yang mengetahui kebusukan organisasi kamu, kamu perlu mengantisipasi kebocoran tersebut, tidak boleh ada yang tahu tentang hal itu, baik rekan kerjamu bahkan dari keluargamu.

Bagian 1 "Mengelola Diri Sendiri" - Masuk dalam lingkaran



Bagian 1 "Mengelola Diri Sendiri" - Masuk dalam lingkaran

"Cara terbaik memasuki suatu bisnis adalah kamu sudah terlahir dalam keluarga bisnis tersebut"
syukuri apa yang sudah tuhan berikan gunakan sebaik - baiknya koneksi, keluarga, sahabat, teman, rekan bisnis karena mereka adalah tiket terusan untuk mencapai tujuanmu tanpa kamu harus memulai sesuatu dari nol dan untuk apa memulai dari nol jika kamu bisa start dari angka 8 ?

"Jelas, Pertama – tama kamu harus mendapatkan sebuah posisi di dunia dari mana kamu mulai merangkak ke atas, .... analisislah titik – titik kekuatanmu. .... daftarlah untuk kamu sendiri titik – titik yang kamu pandang lemah.”
Mendapatkan Jabatan yang kamu inginkan dan mempertahankan pekerjaan seperti itu langkah pertama adalah kamu harus bisa menilai apa yang ada pada diri kamu sendiri baik itu kelebihan kamu dan kekurangan mu, buatlah daftar kelebihan kamu seperti pendidikan, pengalaman, kepribadian, keterampilan, koneksi – koneksi. Dan buat juga daftar kamu sendiri titik – titik yang kamu anggap lemah sendiri. Lalu siapkan dirimu untuk mengubah kelemahan tersebut untuk menjadi kekuatanmu ..

“Pelajarilah segala sesuatu tentang calon majikan yang kamu incar,dan gunakan pengetahuan ini setiap kali kamu menyurati mereka. ..... Rapikan surat – surat pengantar yang kamu kirim bersama – sama dengan Resumemu; dandani surat – surat susulan yang kamu kirim setelah wawancara – gunakan jenis kertas yang bagus, dengan ketikan yang tajam dan bersih. Pada sura – surat susulan, tambahkan satu dua kalimat yang bersifat pribadi dibawah tanda tanganmu”.
Analasisa siapa Atasan kita, baik dari background Keluarga, Pendidikan, Hobi, Pengalaman hidup. Karena hal – hal tersebut dapat berguna jika kamu ingin mendapatkan kesan baik dan poin plus terhadap atasan kamu, gunakan pengetahuan ini tiap kali kamu sedang ngobrol santai, atau saat bekerja. Maka kamu akan mendapatkan ikatan secara emosional.

“Jika kamu kebetulan mengetahui sesuatu tentang orangyang berpotensi menjadi pesaing dalam memperebutkan posisi yang kamu incar, usahakan untuk menyingkirkan orang – orang ini dari pertimbangan sang bos dengan pujian yang lamat – lamat, entah pujian itu berdasar atau tidak.”
Dalam hal ini kamu harus dituntut untuk memperkecil rasio kesempatan pesaing mu untuk mendapatkan posisi yang kamu inginkan. Hal apa saja? Kamu bisa tunjukan hasil kerjamu, kedisiplinan, loyalitas dan tentunya prestasi – prestasi kerjamu atau kamu bisa membuat isu – isu atau pendapatmu untuk menjatuhkan image dari pesaing – pesaingmu.

“Jika pesaingmu adalah orang – orang yang kompoten, cukup berharga untuk dijadikan bawahan kelak, kamu selalu bisa memperkejakan mereka belakangan, setelah kamu mendaki satu dua tataran di atas mereka dalam piramida perusahaan”
Analisa kekuatan – kekuatan pesaing – pesaing mu, karena  mereka nanti akan berguna ketika mereka nanti jadi bawahanmu untuk menjalankan perusahaan, tetapi jangan pernah kamu memberikan pekerjaan kepada mereka dimana pekerjaan tersebut adalah pekerjaan besar yang memberikan prestasi perusahaan sebelum kamu mendapatkan jabatan yang berbeda dua tingkatan atau lebih. Karena itu akan membuat posisi jabatan mu terancam

“Jika kamu berhasil mengamankan pekerjaan yang kamu incar, kirimkanlah surat – surat ucapan terimakasih kepada semua calon majikan lain yang pernah mewawancarai kamu. Bersikap manis tidak membutuhkan ongkos besar, lagi pula siapa tahu kelak ... “
Walaupun kamu sudah mempunyai jabatan, tetapi silatuhrahmi itu penting. Jangan terlalu fokus kepada yang di atas tetapi kita perlu juga memperhatikan bawahan, karena info, rejeki, pekerjaan bisa datang dari siapa saja.

“Wajar, sebagaimana dalam setiap perusahaan, pemula dituntut untuk mencium pantat. Sebagaimana dikatakan oleh seorang dalam kelompok lain, kamu harus memilikimoral seorang pelacur dan sopan santun seorang guru tari. Tetapi, sementara waktu berlalu, dan kamu menapak maju, kewajiban – kewajiban ini akan semakin sedikit, sampai akhirnya kamu menjadi orang yang akan menyodorkan pipimu untuk di cium, yang mungkin memang tujuanmu, sebagaiamana itu adalah tujuan kami semua, apapun gaya yang kami pakai”
Tak adapun proses yang singkat untuk mencapai jabatan yang kamu inginkan, butuh kerja keras untuk mencapai itu semua, karena ketika kamu menjadi apa yang kamu inginkan hal – hal yang pernah kamu lalui itu akan menjadi pengalaman mu dan dasar untuk menganalisa.
 

Minggu, 03 November 2013

Analisa Buku The Mafia Manager Bimbingan Machiavelli bagi bisnis "Pendahuluan"

Pada kesempatan ini saya akan menganalisa buku The Mafia Manager ..
secara garis besar buku ini berceritakan tentang teori - teori manajemen, refrensi dari buku ini berasal dari teori - teori dari machiavelli yaitu tentang pemerintahan yang kuat, ideologi, kekuasaan dan tentunya politik. berangkat dari hal tersebut buku ini hanya sebuah analogi teori machiavelli yang di aplikasikan didalam dunia bisnis Mafia yang tidak lain berkecimpung di dunia kriminal .. tetapi saya tidak akan mengangkat sejarah atau sepak terjang dari Mafia yang diceritakan dalam buku ini, saya akan mengangkat sebuah Teori - teori yang terdapat dalam buku ini dan apakah teori tersebut memang berkembang dalam kehidupan kita?

ada istilah "hidup ini kejam bung" dan seperti ini lah buku ini mengungkap bagaimana orang - orang melakukan pekerjaannya dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuannya, buku ini akan selalu menjadi kontroversi sebagaimana halnya teori - teori Machiavelli dimana hal - hal yang jauh dari norma kebaikan,adab adab dan sifat baik manusia .. tetapi inilah yang terjadi dalam dunia politik dan dunia bisnis ..

buku ini bukan mengajarkan anda untuk berbuat kejahatan dalam berbisnis atau bekerja, tetapi ini akan membantu anda menganalisa dan mengkaitkan pada realita politik dan bisnis .. "hiduplah dengan sekelompok serigala - serigala niscaya kamu akan bisa mengaum"
dalam buku ini kita akan diajarkan cara mempertahankan, berfikir jernih dan "Tak Kenal Ampun" ..