“Untuk menjadi
seorang manajer di organisasimu maupun organisasi kami, hanya ada satu sikap
yang penting : Dalam setiap hal, carilah kesempatan utama untuk dirimu sendiri,
dan jika itu bearti harus menggorok leher orang lain, persis itulah yang harus
kamu lakukan”.
Apapun kegiatan yang kamu lakukan
setiap hari hanya didasari oleh tujuan itu sendiri, ketika kamu berbicara
politik maka tidak ada namanya hal yang benar atau salah, tidak lebih bagaimana
kamu mencapai suatu tujuan yang kamu tuju. Politik itu ada karena kamu
mempunyai tujuan, politik itu hanya sebuah proses atau pola pikir seseorang
yang tentunya hanya suatu hasil yang dicari dari hal tersebut.
“All right, sekarang kita bicara perpolitikan kantor. Politik kantor
itu rahasia dan kotor, dan itu tak pernah berakhir. Dalam bisnismu,
perpolitikan mungkin berawal di seputar kamar kecil atau kantin sebelah kantor,
kebanyakan tempat orang banyak berkumpul, tetapi bentangan waktunya jauh lebih
pendek daripada di tempat kami, tetapi hasilnya bisa sama – sama runyam”.
Perlu
kamu ingat bahwa di setiap organisasi atau perusahaan akan selalu adanya
politik. Politik itu ada yang bertujuan menjatuhkan orang atau menaikan orang. Intinya
politik itu bisa muncul dengan banyak sebab, bisa karena kekecewaan, kejenuhan,
ketidakpuasan dll. Dan biasanya tempat berkumpul lah bibit bibit itu muncul,
dimana orang bertemu dan tidak sengaja mereka satu visi. Sering – sering lah
kamu untuk bergabung dalam tempat seperti itu untuk mencari info dan
perkembangan politik.
“Mengenai taktik, ada satu petunjuk umum, dan itu harus kamu camkan dan
siagakan setiap kali kamu sudah berhasil dan kemudian menilainya dari tempat
yang lebih tinggi (dan mengusahakan agar itu pun bisa kamu manfaatkan) : untuk
bertahan hidup, bersabarlah, pasang mata, pasang telinga, dan jangan banyak
omong. Untuk menang, bersabarlah, bertahan hidup, mengatur rencana dan
menyerang dengan cepat. Kamu harus bisa mengoreksi atau meredam setiap gosip
atau sindiran yang diarahkan kepadamu”.
Bagi kamu yang hanya ingin suatu
pekerjaan saja, ikutilah arus perpolitikan di kantormu, kamu hanya perlu tau
siapa siapa yang berpolitik dan tujuannya. Dan tugas mu hanya memantau tanpa
kamu harus ikut dalam perpolitikan tersebut. Bagi kamu yang mempunyai Ambisi
besar saatnya kamu mengetahui perkembangan arus perpolitikan dan dampaknya,
buat list lalu atur rencana kapan kamu harus memihak atau kapan kamu harus
naik. Kalahkan musuhmu hingga dia tidak bisa bangun lagi. Dan tentunya selalu
jaga “kelemahan –kelemahan” kamu agar tidak adanya pukulan telak dari musuhmu.
“Mungkin pertama –
tama kamu merasa berpartisipasi dalam perpolitikan kantor dari sudut pandang
survival (dalam sudut pandang bertahan hidup) adalah hal yang sudah kelewatan. Jangan
NAIF. Setidaknya selalu ada satu orang teman kantor yang menincar dan hendak
menjegal kamu dan selalu begitu apapun juga anggapanmu, dan kamu harus tahu
tentang dia agar bisa mempertahankan diri sendiri. Amatilah dia dari balik
semak – semak, bersiagalah, bersiaplah mengerjai dia sebagai mana dia mengerjai
kamu, dan lakukan itu sebelum dia bergerak”.
ANTISIPASI, mungkin ini hal yang
tepat untuk menggabarkan situasi ini, jangan pernah remehkan kekuatan politik. Apapun
itu bisa membuat kamu jatuh. Hal yang manusiawi jika seseorang ingin
mendapatkan lebih atau rasa tidak puas. Yang kamu harus lakukan adalah cari info
yang berkembang dijajaran kamu, diatas dan dibawah. Dan lakukan selangkah atau
3 langkah lebih maju dari orang yang ingin menjatuhkan kamu atau menggeser
jabatan kamu.
“Tetapi sementara
ini, jadilah teman bagi setiap pria, wanita, dan pengantar surat di setoap klik
kantor yang ada, tapi jangan bergabung dengan siapa pun. Jangan menjalin
persahabatan jangka panjang dan erat dengan sembarang kolega, tapi ramahlah
pada semua orang. Jangan berpakaian kelewat beda dari rekan – rekan pekerja,
jangan bertingkah aneh – aneh, sekalipun hanya kadang – kadang, dan jangan
membual tentang kehidupan pribadimu yang liar dan gila – gilaan selepas jam
kerja. Dengan kata lain, jangan menonjolkan diri, ikutilah arus”.
LOW PROFILE, ini sifat yang jarang
dimiliki oleh seseorang yang sudah mempunyai jabatan tinggi atau kaya. Sifat yang
ramah yang harus ditekan kan dalam berpolitik sifat ini akan mendatangkan info –
info yang ingin kamu dapat, jangan kamu terlalu dekat dengan satu orang, karena
politik itu seperti angin terkadang dia berhembus ke barat dengan hitungan
detik dia bisa berhembus ke timur. Jangan terlalu berpenampilan beda dengan
rekan kerjamu atau cerita kekayaanmu, karena hal tersebut bisa menjadikan
kecemburuan dari rekan kerjamu dan menciptakan politik untuk menjatuhkan kamu.
“Dan jangan sampai
terlibat dalam pertempuran politik kantor tanpa terlebih dulu menanyai dirimu
sendiri, “apa untungku dengan ini?” dan “apa untung mereka disini?” serta
mendapatkan jawaban yang memuaskan. Kedua pertanyaan ini harus kamu jadikan provo dell’acido-yaitu batu ujian
penentu sehubungan dengan setiap keterlibatan.dalam segala hal apa pun”.
Terkadang kita sebagai manusia
selalu terjebak dalam situasi “konflik pepesan kosong” saya mengibaratkan
seperti itu, terkadang kita mendalami suatu masalah tetapi hasilnya terkadang
tidak menguntungkan diri sendiri atau hanya kepuaasan batin semata. Jika kamu
menemui suatu konflik yang pertama kamu harus tanya adalah jika saya ikut
campur dalam suatu masalah atau konflik nanti apa yang akan saya dapatkan? Sebandingkah?
Dan kamu analisa juga tujuan – tujuan orang yang sedang berkonflik apakah
berdampak kepada saya?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar