Machiavelli
lahir tanggal 3 Mei 1469 di Florence, Italia, keturunan keluarga kuno
Tuscan. Ayahnya adalah seorang dokter dibidang hukum. Beliau menikah
dengan Marietta Corsini tahun 1501, dan punya lima anak selain itu juga
Machiavelli belajar pada beberapa guru.
Niccolo Machiavelli, termasyhur karena nasihatnya yang blak-blakan bahwa:
“Seorang
penguasa yang ingin tetap berkuasa dan memperkuat kekuasaannya haruslah
menggunakan tipu muslihat, licik dan dusta, digabung dengan penggunaan
kekejaman penggunaan kekuatan” http://media.isnet.org/iptek/index/Machiavelli.html.
The
Prince dapat dianggap nasihat praktek terpenting buat seorang kepada
negara. Pikiran dasar buku ini adalah, untuk suatu keberhasilan, seorang
Penguasa harus mengabaikan pertimbangan moral sepenuhnya dan
mengandalkan segala, sesuatunya atas kekuatan dan kelicikan. Machiavelli
menekankan di atas segala-galanya yang terpenting adalah suatu negara
mesti dipersenjatai dengan baik. Dia berpendapat, hanya dengan tentara
yang diwajibkan dari warga negara itu sendiri yang bisa dipercaya;
negara yang bergantung pada tentara bayaran atau tentara dari negeri
lain adalah lemah dan berbahaya.
Machiavelli
menasihatkan sang Pangeran agar dapat dukungan penduduk, karena kalau
tidak, dia tidak punya sumber menghadapi kesulitan. Tentu, Machiavelli
maklum bahwa kadangkala seorang penguasa baru, untuk memperkokoh
kekuasaannya, harus berbuat sesuatu untuk mengamankan kekuasaannya,
terpaksa berbuat yang tidak menyenangkan warganya. Dia usul, meski
begitu untuk merebut sesuatu negara, si penakluk mesti mengatur langkah
kekejaman sekaligus sehingga tidak perlu mereka alami tiap hari
kelonggaran harus diberikan sedikit demi sedikit sehingga mereka bisa
merasa senang.
Untuk
mencapai sukses, seorang Pangeran harus dikelilingi dengan
menteri-menteri yang mampu dan setia Machiavelli memperingatkan Pangeran
agar menjauhkan diri dari penjilat dan minta pendapat apa yang layak
dilakukan. Menurut Asvi Warman Adam bahwa “Sejarah mengajarkan kepada
kita apa yang tidak dapat kita lihat, untuk memperkenalkan kita kepada
penglihatan yang kabur sejak kita lahir”. Wineburg (2006: vii) Namun
menurut kami tujuan dari sejarah mengajarkan kita sebuah cara menentukan
pilihan untuk memptertimbangkan berbagai pendapat untuk membawakan
berbagai kisah dan meragukan sendiri bila perlu kisah-kisah yang kita
bawakan.
Machiavelli, Niccolo. (2008). THE PRINCE Sang Penguasa diterjemahkan Natalia Trijaji. Surabaya: Selasar Surabaya Publishing.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar